Spiga

Keprihatinan saya pada dunia blogger/ website Indonesia yang masih saja belum dapat bersikap sehat dalam hal mengcopy paste tulisan orang lain, korbannya termasuk Blog ini, banyak sekali tulisan - tulisan yang diposting ulang kembali tanpa menyebutkan sumber aslinya.

Jangan Asal Copy Paste, karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya.
Jika anda ingin mengcopy paste Tulisan/ Content Di Blog ini saya persilahkan, namun dengan catatan HARAP MENYEBUTKAN NAMA PENULIS (Nijar Hisam/ Langit Hening) DAN SUMBER URL LINK BLOG INI!

My way with tears and cry

Menangis seperti yang telah dituliskan pada halaman ini yang lalu bukanlah menjadi hobi dari kehidupanku. Sebenarnya aku tak mau mengucurkan air dari mataku dengan mudahnya, namun beberapa waktu ini keadaan yang sulit selalu saja memaksaku rutin untuk menangis dan menghamburkan air dari pelupuk mataku, hingga seringkali pada akhirnya kelopak mataku terlihat membengkak dan terasa perih.

Susahkah untuk menangis?
Setiap kali aku ingin sekali menangis dengan keluh kesah kehidupanku, ada beberapa hal yang akan sangat mudah mengiris hatiku, aku akan mengingat hal – hal yang takkan dapat aku miliki, aku akan mengingat memori waktuku yang telah ku habiskan bersamanya yang telah lalu, aku akan memperdalam dan semakin menggali rasa rinduku padanya tanpa dapat berbicara dengannya secara langsung, aku akan sangat merindukan pelukan dan ciumannya, dan aku pun akan sangat – sangat menyakiti hatiku dengan memaki diri sendiri dan membayangkan kehidupan apa yang sedang dia jalani di lain waktu dan tempat, dan kerap kali yang hanya dapat kubayangkan adalah kebahagiaanya dengan gelak tawa dikehidupan sekelilingnya, dan hanyalah aku yang sengsara...atau apalah tentangnya yang dapat membuatku semakin tersiksa.

Aku tak perlu mengabarinya tentang jatuhnya air mataku lagi, karena sepertinya itu telah terdengar sudah biasa ditelinganya, atau bahkan menjadi hal yang akan berlalu seperti angin tanpa berbekas luka dihatinya...namun terkadang juga dia bercerita hal yang sama tentang tangisannya untukku, entahlah.
Aku pernah beberapa kali melihatnya mengeluarkan ari mata, perasaanku pun berkecambuk, bercampur aduk hingga hanya semakin lama dadaku semakin terasa mengosong, yang dapat aku lakukan hanya memeluknya erat – erat dan berkata “sudah...maafkan aku” dengan terbata - bata, dan membisikan dalam hati jeritan yang tak mungkin juga dapat dia dengar, mungkin saja dia merasakannya.


Mohon jangan memarahi dan membenciku akan tulisan ini, aku hanya ingin menulis yang tak berarah dan mengacau. Saat ini aku menulis sambil berhujan tangisan juga kebingungan juga, namun tak apa...”this is my way with tears and cry”.

0 pesan:

Jangan Asal Copy Paste, karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya. Jika anda ingin mengcopy paste Tulisan/ Content Di Blog ini saya persilahkan, namun dengan catatan HARAP MENYEBUTKAN NAMA PENULIS (Nijar Hisam/ Langit Hening) DAN SUMBER URL LINK BLOG INI!