Sudah lumayan lama cepot ini ada di ruangan ini, pemberian seseorang beberapa waktu yang lalu. Belum lama ini, sesorang menanyakan padaku tentang siapa tokoh wayang golek yang paling kusuka. Kujawab cepot. Mengapa? Karena cepot adalah tokoh yang sederhana, tidak banyak neko-neko. Itu tergambar dari ujud fisik sang cepot yang dibuat sangat apa adanya, wajah, yang lucu (carilah cepot yang lagi muram, mustahil bisa ditemukan), warna merah yang biasa-biasa saja dan pengenaan pakaian yang juga sangat sederhana.
Tapi dibalik itu semua, cepot adalah tokoh sentral yang ditunggu-tunggu penonton sekaligus jagoan yang tampilnya akan di-gegapgempita-kan terlebih dahulu oleh sang dalang. Kenapa? Karena biasanya cepot akan tampil disaat-saat cerita mulai menegangkan, cepot hadir untuk sedikit mencairkan dan menyegarkan suasana sebelum cerita berlanjut. Di samping itu, cepot yang nothing to loose bebas berbuat apa saja. Sentil sana sentil sini atau dengan ringannya mengkritik pemerintah yang diwakilkan kepada para punggawa kerajaan wayang itu.
Cepot adalah biasa, cepot adalah sederhana dan cepot adalah canda. Carilah Arjuna atau Yudhistira yang becanda tidak ada, mereka keberatan dengan tata risa yang terlalu indah, pakaian yang gemerlapan mahal dan karenanya memaksa mereka untuk tampil anggun, jaim dan bicara seperlunya. Tapi tidak cepot. Cepot adalah ejawantah dari keseharian walaupun tidak karena itu bisa mengatakan cepot bodoh. Adalah kecerdasan yang bisa membuat cepot bisa bicara mengaduk-aduk perut para penonton dengan segala kejenakaannya pun adalah kecerdasan pula yang bisa membuat cepot jadi mampu melontarkan kritik-kritik yang keras bahkan kadang terkesan sarkas kepada penguasa.





1 pesan:
8:53 AM
haha...pas awal baca saya mikir "lho? katanya sukanya krn paling murah, kok beda?"...pas dibaca sampai akhir, baru "oh iyaya, disebutin jg akhirnya".
Btw Pak, kalo emang dikasih sama orang, mending minta yang mahal *kemaruk mode on*...kalo pemberian orang tp qt tetep milih si Cepot, alasannya ya krn emang qt bener2 suka sama tokohnya (terlepas dari urusan harga), atau emang Pak Nezar orang yg sadar diri (kalo dikasih jgn ngelunjak minta yg mahal2)...
Nah, yg mana kira2 pak?
Post a Comment